banner2021 104

Info Seputar Aki Mobil

Pemasangan Aki Mobil Alphard 2012

alphard

Pada tahun 2012 lalu, Toyota Alphard kembali mendapatkan penyegaran dengan ubahan pada eksterior dan interior. Perbedaan yang terlihat ada di bumper depan yang tampilannya lebih tegas dengan gril dilapisi krom mewah.

Semantara di interior, wood panel dibuat lebih gelap dan juga speaker ditambah menjadi 10 buah demi meningkatkan kenyamanan penumpang. Toyota Alphard hadir sebagai Premium MPV paling fenomenal diantara kompotitor lain, hadir dalam 2 pilihan mesin yakni versi 2.4 dan 3.5. Perbedaan paling jelas antara varian 2.4 dengan 3.5 adalah dari mesin yang digunakan MPV premium asal Jepang ini.

Pada varian 2.4, Toyota membekali Alphard dengan mesin berkode 2AZ-FE berkapasitas 2.400 cc, 4 silinder VVT-i,  tenaga maksimumnya mencapai 170 dk. Torsi pun­caknya cukup besar, yakni 224 Nm pada 4.000 rpm, tak heran jika akselerasinya terbilang baik di putaran bawah.

Sementara pada varian 3.5, Toyota menanamkan mesin Alphard berkapasitas 3.500 cc V6, menghasilkan tenaga 276 dk dan torsi 330 Nm. Selain faktor mesin, transmisi canggih 7 percepatan Super Continous Variable Transmision-intellegent (Super CVT-i) menjadi andalan Toyota Alphard varian 2.4. Transmisi sabuk baja CVT merupakan perbedaan Toyota Alphard versi 3.5 yang masih mengandalkan transmisi otomatis 6-speed.

Toyota Alphard 2.4 merupakan produk Toyota pertama di Indoneisa yang menggunakan transmisi pintar ini, hasilnya, pergerakan mobil terasa terasa halus namun tetap dengan performa bisa diandalkan.

Sementara itu pengendalian Alphard terasa ringan dan nyaman diajak bermanuver walaupun bodinya yang besar.

Suspensinya sendiri terbilang empuk, nuansa elegan dan mewah pada interiornya tidak ada perbedaan signifikan dengan model 3.5 Perbedaan kecil hanya terjadi pada pembuka bagasi yang tidak otomatis.

Jika Anda ingin membeli Toyota Alphard bekas, dari dua varian Alphard tadi, rasanya tipe 2.4 menjadi pilihan paling bijak, selain harganya lebih murah, tetap nyaman, dan fiturnya tidak kalah lengkap.

Penggantian Aki

Penggantian aki di lakukan oleh Irin selaku teknisi AKMOBIL.COM. "Pada saat penggantian tersebut kita ada cara tertentu agar eletrikal aman tidak error" Ucap Irin.

"Ganti aki secara asal bisa menimpulkan dampak buruk di antaranya jam, radio, power windows yang di setting secara manual akan teriset" Lanjut ucap irin selaku teknisi

Memang penggantian aki tidak boleh sebarangan apalagi pada mobil - mobil kekinian karena sudah di lengkapi banyak sensor dan eletrikal yang sensitif, untuk kalian jika ingin melakukan penggantian aki sebaiknya datang ke bengkel terpercaya atau ke bengkel spesialis aki yang sudah berpengalaman.

Kalian juga bisa menghubungi kami untuk konsultan mengenai aki mobil, kami toko aki terpercaya yang siap melayani gratis antar & pasang aki mobil area jabodetabek, pengiriman cepat maksimal 3 jam sampai lokasi kalian. dan juga banyak promo Trade-in hingga 420rb.

Call Center: 0859 5903 9000

Apakah Copot Aki Mobil Bikin Kelistrikan Bermasalah ?

cara merawat kelistrikan mobil

Aki memiliki peran penting dalam rangkaian kelistrikan kendaraan roda empat. Tanpa kehadiran aki, mobil tidak bisa dinyalakan. Jika aki dilepas, apakah komponen kelistrikan akan bermasalah?

Lutfi selaku teknisi Akimobil.com menjelaskan bahwa kerusakan sistem kelistrikan tidak akan terjadi secara langsung.

Menurutnya, ada beberapa piranti yang dikonfigurasi manual akan mengalami masalah. Hal itu lantaran terputusnya arus listrik.

"Yang berubah adalah alat yang ada setingannya, misal jam atau frekuensi radio," tuturnya.

Oleh sebab itu melepaskan aki tidak bisa main asal copot saja. Ada prosedur yang harus dilakukan pemilik mobil jika ingin melepasnya. Sehingga tidak menyebabkan masalah lain.

Melepas Aki

Ia menyarankan jika ingin melepas aki, maka yang pertama dilakukan adalah melepas kepala aki negatif dahulu. Baru kemudian berlanjut ke kepala positifnya.

Sebaliknya untuk pemasangan kembali aki dimulai dari kabel positifnya terlebih dahulu, lalu diikuti kabel yang negatif. Bahayanya jika kabel tertukar bisa terjadi short circuit atau hubungan arus pendek atau korsleting. Hal tersebut dapat mengakibatkan pengaman baterai putus atau sekringnya meleleh.

Tak hanya aki, beberapa alat elektronik lain bisa juga merusak kelistrikan mobil. Menurut Lutfi paling sering adalah penambahan aksesori elektronik yang berlebihan. Hal ini akan menambah beban kelistrikan mobil dan jika dipaksa akan terjadi korsleting.

Lebih bahaya lagi apabila mengganggu kinerja komputer mobil atau ECU. Di dalam ECU terletak banyak sensor-sensor rumit yang vital, seperti Anti-Lock Braking System (ABS), sensor kecepatan, sensor tekanan oli dan masih banyak lagi.

Apabila sensor-sensor tersebut terganggu arus listriknya, pembacaan sensor akan bermasalah dan mobil tidak bisa berfungsi dengan normal.

Lampu Indikator Check Engine Menyala, Ini Penyebab !!

3241553945

Lampu indikator check engine di dashboard berfungsi sebagai pemberi peringatan dini pada pengendara mobil bahwa telah terjadi sesuatu pada mesin. Peringatan ini biasanya membuat sebagian pengemudi panik, terutama ketika sedang fokus mengemudi tiba-tiba indikator tersebut menyala.

Jangan panik, pada kasus tertentu lampu indikator check engine menyala tak harus berhubungan dengan mesin mobil Anda. Lampu yang berkedip tersebut bisa saja dikarenakan soket kendor, kemasukan air, kebocoran pada radiator, atau lainnya. Bisa juga disebabkan oleh komponen yang tak terpasang dengan benar.

Kali ini, Otopedia coba merangkum beberapa kasus penyebab lampu indikator check engine mobil menyala. Simak rinciannya di bawah ini:

1. Filter Udara

Lampu indikator check engine menyala bisa dikarenakan filter udara kotor atau perlu diganti. Filter udara erat kaitannya dengan mass airflow sensor yang berfungsi menentukan jumlah bahan bakar yang harus digunakan berdasarkan udara yang masuk ke mesin mobil.

Apabila filter udara sudah terlalu kotor, tentunya akan menghambat suplai udara yang masuk ke ruang bakar. Inilah yang menyebabkan mass airflow sensor rusak. Rusaknya komponen tersebut akan menyebabkan lampu indikator check engine menyala.

2. Sensor Oksigen

Penyebab lain lampu indikator check engine menyala adalah rusaknya sensor oksigen. Komponen ini berfungsi memonitor oksigen di knalpot dan menentukan banyaknya bahan bakar yang terbakar. Jika sensor oksigen rusak atau tidak bekerja, maka bisa menggangu kinerja mesin dan merusak catalytic converter.

3. Catalytic Converter

Salah satu tanda jika catalytic converter mengalami kerusakan adalah bahan bakar cepat habis atau mobil tak memiliki tenaga untuk melaju, bahkan pegal gas diinjak dalam-dalam. Penyebab lainnya bisa dikarenakan sensor oksigen yang rusak catalytic converter tak bisa melakukan proses konversi.

Seperti diketahui, catalytic converter berfungsi mengubah karbon monoksida dan zat-zat berhaya lainnya menjadi senyawa yang aman bagi lingkungan. Untuk itu, perhatikan kinerja dari catalytic converter mobil Anda agar lampu tak menimbulkan munculnya lampu indikator check engine.

4. Tutup Besin Tak Rapat

Hal ini bisa dibilang memang cukup sepele. Tapi akibatnya justru bisa fatal dan mengakibatkan kebakaran. Tutup bakar yang terbuka atau tidak rapat akan ‘dibaca’ sensor pada ECU dianggap berbahaya.

Kejadian ini bisa menyebabkan indikator check engine menyala. Segera berhenti menyetir dan eratkan penutup tanggih bahan bakar. Selain itu, cek apakah ada kebocoran yang terjadi.

5. Cek Aki

Apabila lampu check engine menyala, tak ada salahnya juga Anda memeriksa kondisi aki mobil. Caranya dengan mencabut kabel konektor negatif pada aki lalu tunggu selama tiga deik. Jika sudah pasang kembali kabel konektor negatif pada kubunya. Jika sudah dilakukan tapi lampu indikator masih menyala, kemungkinan ada kerusakan pada sensor mobil Anda.

Itulah beberapa penyebab lampu indikator lampu check engine menyala. Jadi, jika saat menyetir tiba-tiba lampu indikator tersebut menyala, jangan panik dulu. Coba periksa bagian-bagian tersebut di atas.

3 Ciri-ciri Relay Starter Mobil Rusak

3009594 71907ea7 b20e 40d0 8201 77f7c24df9a7 1280 1280

Ciri-ciri relay starter mobil rusak yang paling mudah untuk dikenali adalah ketika kunci kontak sudah diputar, yang terjadi hanyalah starter berbunyi cetak-cetek atau dinamo starter tidak mau berputar untuk menghidupkan mesin. Inilah alasan yang paling memungkinkan adanya indikasi kerusakan pada ciri-ciri relay starter mobil rusak. 

Relay starter adalah komponen penting pada sistem mesin kendaraan dengan fungsi sebagai pengaman sekaligus saklar elektromagnetik.

Komponen yang termasuk sistem kelistrikan ini kemudian akan mengaktifkan dinamo starter untuk membuat mesin menyala. Makanya, jika relay starter rusak, ciri utamanya adalah mesin mobil tidak bisa menyala dan kendaraan tidak bisa hidup. Mari bahas lebih lanjut mengenai ciri relay starter mobil rusak.

Tidak Ada Reaksi Pada Dinamo Starter

Sebagai komponen yang bertanggung jawab untuk menyalakan dinamo starter pada mobil, maka salah satu ciri-ciri relay starter mobil rusak adalah tidak adanya reaksi pada dinamo.

Bahkan saat kamu sudah memutar kunci kontak ke arah starter atau menekan tombol start stop engine, tidak ada tanda-tanda mesin akan menyala. 

Menariknya, Anda akan tetap dapat melihat panel-panel pada dashboard kendaraan menyala dengan normal. Namun, mesin kendaraan tidak akan bisa menyala dan hanya menimbulkan bunyi cetak-cetek. Kalau sudah begitu kondisinya, maka bisa dipastikan yang bermasalah adalah bagian relay starter.

Bodi Relay Starter Hitam Menggembung

Kalau tadi ciri-ciri relay starter mobil rusak bisa diketahui dari luar, ditandai dengan mesin yang tidak mau menyala, maka ciri satu ini mengharuskan Anda membongkar kotak relay di dalam mesin mobil. Agar bisa tahu apakah benar penyebab mesin mobil tidak bisa menyala adalah relay-nya, maka Anda bisa cek komponen tersebut.

Saat Anda mengecek bagian permesinan kendaraan, coba lihat pada relay yang mirip dengan saklar atau sekring berbentuk kotak. Bila Anda menemukan komponen tersebut berwarna hitam, dengan bentuk bodi yang menggembung seolah habis terbakar, maka itu tandanya relay rusak. 

Kondisi bodi relay menggelembung dan hitam biasanya disebabkan oleh komponen di dalamnya rusak karena panas berlebih. Makanya, tidak heran kalau bentuknya jadi mirip benda habis terbakar.

Tidak Ada Sambungan Arus Listrik

Ciri-ciri relay starter mobil rusak yang paling ketara dan meyakinkan adalah tidak adanya sambungan arus listrik.

Mengingat relay adalah salah satu sistem kelistrikan dalam mesin mobil, maka apabila tidak ada listrik sudah pasti komponen tersebut rusak. Untuk memastikannya, Anda butuh ohm meter dalam mengetahui sambungan listrik. 

Di dalam relay starter terdapat terminal dan lilitan yang menghantarkan arus listrik. Terminal 85 dan 86 yang bentuknya kumparan/lilitan terhubung dengan kunci kontak.

Sedangkan, terminal 87 terhubung dengan solenoid starter dan terminal 30 terhubung dengan aki mobil. Apabila saat diukur dengan ohm meter terminal 85 dan 86 tidak saling terhubung, maka relay starter sudah rusak.

Namun, bila keduanya terhubung, maka pemeriksaan lanjutan dengan cara memberikan arus listrik bisa dilakukan. 

Untuk memastikan dengan tepat ciri-ciri relay starter mobil rusak, Anda perlu bantuan profesional. Sebab, tidak semua orang paham dengan sistem kelistrikan mobil, termasuk pula bagian-bagian mesin.

Ini Potensi Bahaya Saat Musim Penghujan

wiperr

Musim hujan sudah tiba. Meskipun teknologi saat ini semakin canggih, gejala alam seperti ini belum tentu datang sesuai dengan prediksi.  Artinya, masyarakat harus selalu siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

Pengemudi harus dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat muncul dari segala arah. “Bahaya berkendara saat hujan dapat dibagi menjadi empat, yaitu bahaya dari atas, bawah, depan dan belakang,” kata Jusri Pulubuhu, Chief Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Bahaya dari atas dapat terjadi terutama di saat hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini memudahkan benda-benda yang tinggi dan di atas untuk jatuh dan menimpa kendaraan. Pengemudi sebaiknya selalu gesit dan sigap memposisikan kendaraan di tengah jalan agar tidak berada di bawah pohon besar atau papan iklan. Begitu juga ketika memilih tempat parkir, usahakan di ruangan yang beratap.

Bahaya dari bawah dapat berupa genangan air dari jalanan berlubang. Volume air di jalan berlubang kadang sulit diketahui. Oleh karena itu, usahakan untuk menggeser titik pengereman lebih jauh dari genangan, bahkan sebisa mungkin hindari genangan air tersebut. “Pada saat melewati genangan air, akan terjadi aquaplaning di mana cengkeraman ban ke aspal akan berkurang dan seolah-olah mengambang karena genangan air,” ujarnya.

Bahaya dari depan biasanya berasal dari visibility  atau jarak pandang yang terganggu. Untuk pengemudi mobil pastikan kondisi wiper dan washer selalu prima. Bagian belakang juga memiliki potensi bahaya khususnya pada visibility.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kecepatan agar tetap konstan. Rpm yang disarankan berkisar antara 1.500 hingga 2.000. Jangan lupa untuk tidak pernah melakukan gerakan mendadak, baik saat memacu, mengerem maupun berbelok.

Akselerasi atau gas mendadak berpotensi menyebabkan oversteer  (untuk penggerak roda belakang). Sementara itu, deselerasi (lepas gas) mendadak dapat mengalami  understeer. Ketika terjadi banjir, pantau selalu berita, baik melalui radio maupun alat komunikasi lain, untuk mendapatkan informasi terkini dari otoritas seperti BMKG, BNPB, ataupun kesatuan lalu lintas. Informasi cuaca dan ruas jalan penting untuk memilih jalur alternatif.

Nah , kalau ada banjir, sebaiknya matikan AC karena fan elektrik yang berputar dapat membuat percikan air yang membasahi mesin mobil,” kata Jusri.

Setelah melewati genangan jalan secara perlahan, injak pedal rem setengah. Hal ini untuk mengeringkan brake pad  atau kampas rem yang basah. Rem basah sangat berbahaya karena sama saja dengan rem blong.

Hal yang juga tidak boleh ketinggalan adalah menyalakan lampu, baik saat siang maupun malam. Lampu penting dalam kondisi hujan sebagai alat komunikasi dengan pengendara lain.“Lampu biasa saja sudah cukup. Sementara itu, lampu kabut atau foglamp pastikan digunakan saat hujan disertai kabut. Jika tak ada kabut, tidak usah dinyalakan karena akan mengganggu pengendara lain,” ujar Jusri.

Setelah melewati hujan dan banjir sebaiknya hal pertama yang dilakukan adalah mencuci mobil.

Jika tidak sempat ke bengkel cuci, kita dapat mencucinya sendiri. Cara yang sederhana adalah mengeringkan setiap bagian yang terlalu basah demi memperpendek umur karat mesin. Perawatan selanjutnya pada bagian mesin. Segera cek kondisi mobil di bengkel yang Anda percaya.

Breaking News

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15